Uday Chopra :
***
Di suatu pagi, Vikram melihat seorang wanita sedang mencuri makanan. Lalu dia mengejar wanita itu dan berhasil menangkapnya. Ternyata wanita itu cukup cantik. Tiba-tiba banyak teman-teman wanita itu datang dan memanggilnya dengan nama Ishika. Nama wanita itu adalah Ishika Dhanrajgir (Shamita Shetty). Lalu Vikram melepaskan wanita itu. Bel masuk pun berbunyi.Vikram lari ke kelas dengan senangya.
"Sameer punya pacar, Sameer punya pacar", kata Vikram.
"Hei, kembalikan. Itu punyaku", kata Sameer sambil merebut kembali, tapi tidak berhasil. Tiba-tiba pintu diketuk dan dibuka. Mereka berdua mengira bahwa itu adalah seorang guru. Mereka langsung ketempat tidur dan berpura-pura sudah tertidur. Ternyata teman mereka, Karan.
"Hei kawan, lihatlah ini. Bagaimana dengan wanita ini, cantik kan ? Hei Sameer, siapa wanita cantik ini ?"
"Dia hanya teman ku.Kalau ditakdirkan untuk bertemu kita pasti bertemu. Kalau tidak, ya sudah."
***
Kim Sharma :
Pada malam harinya mereka membuat rencana tentang ketiga wanita yang baru mereka temukan tadi. Vikram dan Sameer akan menemukan mereka langsung. Beda halnya dengan Karan. Dia tidak ingin menemuinya karena dulu ada murid kampus yang pernah merasakan jatuh cinta dikeluarkan dari kampus itu. Murid itu adalah seseorang yang cukup pandai. Mungkin paling pandai diantara semua murid kampus Gurukul. Ada satu tantangan yang dia tidak bisa lakukan, yaitu tidak akan pernah mengenali yang namanya cinta. Tetapi dia tidak bisa, dia rasakan yang namanya cinta. Lalu dia dikeluarkan dari kampus itu. Karena dia melakukan kesalahan itu, dia (dikeluarkan dari kampus Gurukul) tidak bisa masuk kampus lagi dimana saja.
***
Keesokan harinya, seseorang guru musik datang ke kampus itu. Namanya adalah Raj Aryan Malhotra (Shahrukh Khan). Di hari pertama ia datang mendapatkan murid yang cukup. Lalu kemarin hari hingga kini mendapatkan lagi 10 orang sehingga dia diterima mengajar di kampus Gurukul. Tempat belajarnya di tempat terbuka (dihalaman depan kampus), supaya murid-murid bisa merasakan udara segar. Syarat menjadi guru di kampus itu adalah tidak merubah semuanya di Kampus Gurukul, harus tetap sama seperti 25 tahun yang lalu.
Keesokan harina, Tn.Aryan akan berbicara,
"Kalian lihat gerbang disana (pintu gerbang kost putri), setiap hari kalian lihat, setiap hari kalian lewati. Tetapi kalian tidak bisa merobohkannya", kata Tn.Aryan dengan melihat paras wajah murid-muridnya, dan tidak ada yang tertarik dengan wanita yang ada di balik gerbang itu. "Rupanya tidak ada yang jatuh cinta disini, lalu ada 3 orang (Vikram, Sameer, dan Karan) yang terus melihat ke arah pintu itu. Tn.Aryan mengatakan, "Kalian lihat kami disini, kami terkurung dengan kalian karena gerbang ini. Tolong kami, bebaskanlah kami. Ikutilah kata hati kalian, hati kalian berkata, lewatilah gerbang itu. Robohkanlah gerbang itu sampai tidak bisa ditutup kembali. Pergi, pergilah, pergilahlah kalian, "
Dunia penuh kebencian. Meski begitu, masih ada cinta dihati. Sampaikanlah pada dunia, bumi dan langit, kini cinta tak dapat ditunda lagi.
Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main,
Baithe baithe kahin kho jaata hoon main,
Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai
Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main,
Baithe baithe kahin kho jaata hoon main,
Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai.
Tumpe marte hain kyon, hum nahin jaante.
Aisa karte hain kyon, hum nahin jaante.
Band galiyon se chup chup ke, hum guzarne lage.
Saari duniya se rah rah kar, hum to darne lage.
Hai ye kya karne lage.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Aisa karte hain kyon, hum nahin jaante.
Band galiyon se chup chup ke, hum guzarne lage.
Saari duniya se rah rah kar, hum to darne lage.
Hai ye kya karne lage.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai
Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main,
Baithe baithe kahin kho jaata hoon main,
Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai.
Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main,
Baithe baithe kahin kho jaata hoon main,
Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai.
Teri baaton mein ye, ek shararat si hai.
Mere honton pe ye, ek shikayat si hai.
Teri aankhon ko aankhon se, choomne hum lage.
Tujhko baahon mein le lekar, jhoomne hum lage.
Hai ye kya karne lage.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai.
Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main,
Baithe baithe kahin kho jaata hoon main
Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main.
Kya yahi pyar hai, Kya yahi pyar hai,
Haan yahi pyar hai, Haan yahi pyar hai
Mere honton pe ye, ek shikayat si hai.
Teri aankhon ko aankhon se, choomne hum lage.
Tujhko baahon mein le lekar, jhoomne hum lage.
Hai ye kya karne lage.
Kya yahi pyar hai, kya yahi pyar hai.
Haan yahi pyar hai, haan yahi pyar hai.
Chalte Chalte yunhi ruk jaata hoon main,
Baithe baithe kahin kho jaata hoon main
Kahte Kahte hi chup ho jaata hoon main.
Kya yahi pyar hai, Kya yahi pyar hai,
Haan yahi pyar hai, Haan yahi pyar hai
***
Ishika dipanggil oleh Madam Monica. Katanya ada sepupunya yang ingin bertemu dengan Ishika. Sebetulnya Madam Monica tidak ingin ada tamu yang tidak mendapat izin dahulu langsung ingin bertemu dengan putri-putri di kost itu, tapi karena sangat penting Madam Monica pun memaafkannya. Ternyata yang datang itu bukan sepupunya, tapi ternyata si Vikram
"Hai sayang, sudah besar kau rupanya", kata Vikram hendak memeluk Ishika.
"Apa yang kau lakukan, jangan mendekat".
"Akan kuberitahu Madam Monica apa yang telah kau lakukan tadi pagi". Merek pun berpelukan, dan mereka duduk di sebuah sofa.
"Bagaimana kalu kita bertemu pada hari Minggu di suatu tempat, bagaimana ?"
"Tentu saja aku tidak mau".
"Oh, Madam Monica".
"Baik-baik, aku akan bertemu denganmu".
"Oh kau baik sekali, temui aku jam 2 siang di Taman Kota".
Karan pun berkunjung ke tempat Kiran. Melihat tangan Karan berdarah, Kiran segera mengobatinya.
"Siapa namamu ?"
"Karan, kenapa tanganmu selalu terluka ?"
"Apa ?"
"Kenapa tanganmu selalu terluka ?"
"Mungkin karena selalu melamun."
"Dasar bodoh."
"Hei, kau mau ke mana ? Aku lihat semalam kau berdiri di samping rel dekat stasiun sana, apa kau sedang menunggu seseorang ?"
"Kau tidak melihat dandanannya, kau tidak melihat tanda suci dikeningnya, aku sedang menunggu suamiku."
Pada saat yang sama, Sameer sedang membagi-bagikan dagangan bunganya. Tiba-tiba Sanju datang. Ingin sekali Sameer memberikan bunganya yang berwarna merah. Lalu Sanju dihadang oleh sebuah mobil mewah. Orang yang mengemudi mobil pun langsung keluar dan memberikan bunga yang lebih indah daripada milik Sameer. Ternyata dia adalah teman baik Sanju juga bernama Deepak (Raman Lamba). Sameer pun sakit hati dan menjatuhkan bunganya. Sameer dikenalkan oleh Sanju. Sameer pun menerima apa adanya kelebihan Deepak yang datang dengan menggunakan mobil mewah berwarna merah.
Malam harinya mereka bertiga berkumpul. Sameer benar kecewa dengan Sanju yang sudah memiliki Deepak. Tn. Aryan pun datang.
"Cinta itu butuh usaha, janganlah mudah putus asa untuk mengenal cinta. Sama seperti diriku sewaktu seumuran kalian."
"Bagaimana dengan bapak, apa bapak pernah merasakan jatuh cinta ?"
"Tentu saja pernah. Sekarang dia adalah istriku, tapi sayang, dia telah tiada."
"Maafkan aku Pak, aku tidak tahu bahwa istrimu telah tiada."
"Tidak, tidak apa-apa. Dalam dunia cinta, tidak ada yang harus hidup lebih lama dan sebentar."
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Tn. Aryan. Tiba-tiba Megha (Aishwarya Rai) datang, dia adalah istri Tn. Aryan yang sudah tiada. Dia datang hanya sebagai khayalan Tn Aryan saja. Lalu dia pun mengajak berdansa dengan Tn. Aryan.
Karan pergi ke rumah Kiran. Di sana ia bertemu dengan kepala stasiun. Tujuan Kiran sering datang ke stasiun adalah menunggu kedatangan suaminya. Dia yakin bahwa suaminya akan pulang. Orang - orang juga tau kalau suaminya telah mati dikecelakaan pesawat ketika di perbatasan.Dia datang kemari untuk mertuanya, dan teman satu-satunya adalah kakak iparnya, serta adik iparnya. Karenanya (adik iparnya) Kiran bisa sedikit melupakan kesedihannya. Dia selalu bermain dengan adik iparnya. "Aku berjanji pak kepala stasiun, aku akan membuatnya bahagia", kata Karan.
"Hai sayang, sudah besar kau rupanya", kata Vikram hendak memeluk Ishika.
"Apa yang kau lakukan, jangan mendekat".
"Akan kuberitahu Madam Monica apa yang telah kau lakukan tadi pagi". Merek pun berpelukan, dan mereka duduk di sebuah sofa.
"Bagaimana kalu kita bertemu pada hari Minggu di suatu tempat, bagaimana ?"
"Tentu saja aku tidak mau".
"Oh, Madam Monica".
"Baik-baik, aku akan bertemu denganmu".
"Oh kau baik sekali, temui aku jam 2 siang di Taman Kota".
Karan pun berkunjung ke tempat Kiran. Melihat tangan Karan berdarah, Kiran segera mengobatinya.
"Siapa namamu ?"
"Karan, kenapa tanganmu selalu terluka ?"
"Apa ?"
"Kenapa tanganmu selalu terluka ?"
"Mungkin karena selalu melamun."
"Dasar bodoh."
"Hei, kau mau ke mana ? Aku lihat semalam kau berdiri di samping rel dekat stasiun sana, apa kau sedang menunggu seseorang ?"
"Kau tidak melihat dandanannya, kau tidak melihat tanda suci dikeningnya, aku sedang menunggu suamiku."
Pada saat yang sama, Sameer sedang membagi-bagikan dagangan bunganya. Tiba-tiba Sanju datang. Ingin sekali Sameer memberikan bunganya yang berwarna merah. Lalu Sanju dihadang oleh sebuah mobil mewah. Orang yang mengemudi mobil pun langsung keluar dan memberikan bunga yang lebih indah daripada milik Sameer. Ternyata dia adalah teman baik Sanju juga bernama Deepak (Raman Lamba). Sameer pun sakit hati dan menjatuhkan bunganya. Sameer dikenalkan oleh Sanju. Sameer pun menerima apa adanya kelebihan Deepak yang datang dengan menggunakan mobil mewah berwarna merah.
Malam harinya mereka bertiga berkumpul. Sameer benar kecewa dengan Sanju yang sudah memiliki Deepak. Tn. Aryan pun datang.
"Cinta itu butuh usaha, janganlah mudah putus asa untuk mengenal cinta. Sama seperti diriku sewaktu seumuran kalian."
"Bagaimana dengan bapak, apa bapak pernah merasakan jatuh cinta ?"
"Tentu saja pernah. Sekarang dia adalah istriku, tapi sayang, dia telah tiada."
"Maafkan aku Pak, aku tidak tahu bahwa istrimu telah tiada."
"Tidak, tidak apa-apa. Dalam dunia cinta, tidak ada yang harus hidup lebih lama dan sebentar."
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Tn. Aryan. Tiba-tiba Megha (Aishwarya Rai) datang, dia adalah istri Tn. Aryan yang sudah tiada. Dia datang hanya sebagai khayalan Tn Aryan saja. Lalu dia pun mengajak berdansa dengan Tn. Aryan.
Karan pergi ke rumah Kiran. Di sana ia bertemu dengan kepala stasiun. Tujuan Kiran sering datang ke stasiun adalah menunggu kedatangan suaminya. Dia yakin bahwa suaminya akan pulang. Orang - orang juga tau kalau suaminya telah mati dikecelakaan pesawat ketika di perbatasan.Dia datang kemari untuk mertuanya, dan teman satu-satunya adalah kakak iparnya, serta adik iparnya. Karenanya (adik iparnya) Kiran bisa sedikit melupakan kesedihannya. Dia selalu bermain dengan adik iparnya. "Aku berjanji pak kepala stasiun, aku akan membuatnya bahagia", kata Karan.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar